Pembangkit Listrik Biomass Bahan Bakar Rumput Gajah

Advertisemen
Pembangkit Listrik Biomass Bahan Bakar Rumput Gajah

Pembangkit Listrik Biomass Bahan Bakar Rumput Gajah salah satu pembangkit listrik ramah linkungan yang saat ini sedang dibangun di pulau Bulan, Kepulauan Riau - Indonesia. Pembangkit Listrik berbahan bakar rumput gajah jenis giant king grass  ini baru merupakan pilot project bagi kebutuhan listrik internal dari Salim Grup yang berbasis di Singapura.

Pembangkit listrik biomass merupakan solusi dalam mengurangi penggunaan bahan bakar minyak bumi, gas dan batu bara. Tentunya emisi gas buang yang dihasilkan otomatis akan lebih ramah lingkungan. Lalu lainnya adalah akan membuat limbah tanaman produktif seperti jagung, tebu dan limbah lainnya akan lebih berharga seperti di China dan India.

Pembangkit Listrik Biomass Bahan Bakar Rumput Gajah


Sebuah terobosan menarik dari Salim Group dalam menjaga kelestarian alam perlu diacungi jempol, meskipun pembangkit listrik berbahan bakar Giant King Grass tersebut hanya diperuntukan pada salah satu perusahaan peternakan dan beberapa perusahaan yang berada di Pulau Bulan - Batam. Untuk teknologi pembangkit listrik yang sedang dalam proses pembangunan menggunakan teknologi Rusia.

Teknologi Pembangkit Listrik berbahan bakar listrik ini sebenarnya tidak berbeda dengan teknologi lama yang menggunakan bahan bakar batu bara. Perbedaannya adala hanya pada penggunaan bahan bakar rumput gajah raja (giant king grass), dimana pada boiler dilengkapi perangkat penghancur atau pencacah rumput gajah sebelum dimasukan pada dapur pembakaran.

Pembangkit listrik biomass bahan bakar rumput gajah ini bisa dibilang tidak lebih murah dari pembangkit berbahan bakar batubara, bila bahan bakarnya adalah giant king grass dan tidak ada sumber bahan bakar sampah biomass lainnya seperti limbah jagung atau tebu. Pembangkit listrik ini akan lebih murah bila digunakan pada suatu daerah yang menghasilkan limbah biomass seperti tebu atau jagung dalam jumlah besar secara periodik. Jenis pembangkit listrik biomass yang sangat cocok bila digunakan oleh pabrik gula yang memiiliki limbah biomass tebu dalam jumlah besar dan tetap.

Untuk pembangkit listrik biomass yang sedang dibangun di Pulau Bulan - Batam, benar-benar akan menggunakan rumput gajah seratus persen, meskipun pada spesifikasi boiler bisa menggunakan bahan bakar biomass lain seperti kayu bakar atau sampah biomass lain. Kapasitas pembangkit listrik ini menggunakan boiler dengan kapasitas power output generator berkisar 22 Megawatt. kelihatannya daya yang dihasilkan kecil, karena memang hanya akan diperuntukan bagi kebutuhan sendiri di pulau Bulan -Batam yang hanya 6 Megawatt.. 

Ada beberapa tahapan proses dalam pembanguan Pembangkit listrik biomass di pulau Bulan, yaitu proses penyediaan bahan bakar rumput gajah raja (giant king grass) dan proses pembangunan pembangkit listrik itu sendiri. Untuk kebutuhan pembangkit listrik yang rencananya akan dioperasikan pada tahun ini juga (2014). Lahan yang dipersiapkan adalah seluas 600 hektar khusus untuk produksi Giant King Grass, saat ini sedang dalam proses pengerjaan yang dimulai pada bulan Nopember 2013. Untuk pembangunan pembangkit listrik (power plant) sedang dalam tahap penyelesaian oleh Civil Contractor dan bersamaan dengan pekerjaan finishing sipil, saat ini sedang dilakukan instalasi perangkat pembangkit oleh kontraktor lain.

Pembangkit Listrik Biomass Bahan Bakar Rumput Gajah


Pembangkit listrik bioomass ini membutuhkan sekitar 240 ton lebih giant king grass setiap harinya, agar bisa beroperasi selama 24 jam. Bila per hektar yang secara teoritis menghasilkan Giant king grass sebanyak 100 ton,  berarti setiap hari produk giant king grass yang diperlukan adalah seluas 2,5 hektar. Menurut pengalaman riset selama 3 tahun lebih, dia mengatakan," satu batang king grass mencapai berat 1 kg". 

Pembangkit Listrik Biomass Bahan Bakar Rumput Gajah


Bila demikian hasilnya, untuk 1 hektar produksi 10.000 batang  dikali 10 cabang giant king grass akan menghasilkan 100 ton rumput gajah raja. Dengan luas lahan sebesar 600 hektar diprediks cukup sebagai persediaan bahan bakar pembangkit listrik beroperasi 24 jam per hari selama setahun. Umur giant king grass siap produksi adalah berkisar 4 bulan, namun yang terjadi di pulau Bulan dengan tanah kandungan bouksit tinggi dan cuaca panas ektrim, maka waktu panen diperkirakan lebih dari 6 bulan.

Pembangkit Listrik Biomass Bahan Bakar Rumput Gajah meskipun tidak lebih murah atau bahkan lebih mahal dari bahan bakar batu bara, tetap merupakan langkah maju, berani dan berwawasan lingkungan hidup dari Salim grup yang bermarkas di Singapora. Langkah besar yang patut mendapat pujian, meskipun terjadi keterlambatan pada produksi Giant King Grass sebagai calon bahan bakar. Namun, pembangkit listrik biomass yang pada dasarnya adalah boiler pada umumnya masih bisa bekerja meskipun nantinya kembali menggunakan bahan bakar batu bara. (Support to kursus komputer murah terbaik di Jakarta)
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Blog Dimasdali - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger